Rabu, 28 Juli 2010 15:03 WIB Solo Share :

Gubernur sindir para kepala daerah yang tak loyal

Solo (Espos)—Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo menyindir para kepala daerah yang sering mangkir jika dipanggil  menghadap. Hal itu diungkapkan Bibit dalam pidato sambutannya saat pelantikan Walikota dan Wakil Walikota di Pendhapi Balaikota Solo, Rabu (28/7) siang.

Sindiran itu dilontarkan Bibit bukan tanpa alasan. Menurut Bibit sejumlah kepala daerah sering mengabakan atau mangkir jika dipanggil untuk melakukan koordinasi dengan Gubernur.

Padahal, menurut Bibit, koordinasi itu sangat penting untuk memantau perkembangan pembangunan yang dilakukan tiap-tiap daerah. Selain juga sebagai sebuah bentuk loyalitas kepala daerah sebagai aparat pemerintah.

“Saya saja jika dipanggil menghadap Presiden, misalnya jam 5 pagi, pasti akan datang. Kalau perlu saya akan tidur di depan pintu ruangan Presiden. Karena itu adalah kewajiban,” ujar Bibit.

Bahkan Bibit juga mempersilahkan para kepala daerah  untuk membentuk provinsi sendiri.Silahkan membentuk provinsi Surakarta, provinsi Wonogiri, atau provinsi Sukoharjo. Namun, menurut Bibit, semua itu ada aturannya dan hal itu bukan hal yang mudah.

Koordinasi dengan kepala daerah menurut Bibit sangat penting untuk mengetahui perkembangan  di setiap daerah dan juga menyelesaikan persoalan yang menghalangi pembangunan.

Meski dengan otonomi, setiap daerah bukan berarti berdiri sendiri tanpa koordinasi dengan pemerintah provinsi.

“Media bukan tujuan tapi sarana untuk menyejahterakan rakyat dengan pembangunan,” ujar Bibit.

Di sisi lain, Bibit juga menyoroti peran media dalam pembangunan. Menurut Bibit punya posisi penting sebagai pemantau pembangunan.

“Silahkan mengkritik atau memberi masukan. Namun masukan itu harus yang benar dan berdasar,” ujar Bibit.

Sebelumnya Bibit Waluyo secara resmi melantik Joko Widodo sebagai Walikota dan FX Hadi Rudyatmo sebagai Wakil Walikota untuk periode 2010-2015.
tya

lowongan pekerjaan
Perusahaan Outsourcing PLN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…