Rabu, 28 Juli 2010 17:07 WIB Karanganyar Share :

Dua terdakwa kasus Laka KA jadi tahanan kota

Karanganyar (Espos)–Status tahanan Rutan untuk dua petugas palang pintu kereta api (KA) Palur sekaligus terdakwa dalam kecelakaan maut antara KA Bangun Karta dan Bus Langsung Jaya Mei lalu, dialihkan menjadi tahanan kota oleh Pengadilan Negeri (PN) Karanganyar, Rabu (28/7). Penetapan status tahanan itu dilontarkan oleh majelis hakim melalui hakim ketua, RE Setiawan SH saat sidang agenda eksepsi.

Penasihat hukum (PH) kedua terdakwa, Agus Nianto, mengatakan dakwaan jaksa penutut umum (JPU) terhadap kedua terdakwa, keliru. Menurutnya JPU salah mendudukkan kedua penjaga palang pintu, yakni Wijayanto dan Yopi Yuliardi Prayogo sebagai terdakwa.

Agus menganggap dakwaan JPU bertentangan dengan Pasal 1 ayat 17 dan Pasal 106 ayat 4 huruf (a) UULLAJ No 22/2009. “Dalam UU itu jelas terdapat larangan berhenti untuk pelintas jalan sebelum menyebrang di perlintasan rel KA. Jadi, pelintas bisa mempertimbangkan aman atau tidaknya mereka sebelum melintas,” katanya kepada Espos setelah sidang.

Selain itu, dia menganggap JPU melihat UU No 23/2007 tentang KA. Dalam peraturan itu, lanjutnya, pelintas jalan harus mendahulukan KA.

m85

lowongan pekerjaan
Kepala Produksi, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…