Rabu, 28 Juli 2010 19:11 WIB Sukoharjo Share :

Bantuan sertifikat tanah bersubsidi diserahkan

Sukoharjo (Espos)–Sedikitnya 1.889 warga kurang mampu di wilayah Sukoharjo mendapat bantuan sertifikat tanah bersubsidi program daerah (Proda) 2009. Penyerahan sertifikat bersubsidi tersebut mulai diberikan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sukoharjo sejak, Senin (26/7).

Kepala BPN Sukoharjo Santoso mengatakan, hingga kini sertifikat Proda telah dibagikan di enam kecamatan yakni, Kartasura, Gatak, Weru, Tawangsari, Bulu dan Nguter. Menurutnya, pemberian sertifikat bersubsidi tersebut sempat tertunda lantaran ada agenda Pilkada Sukoharjo. “Sertifikat sudah rampung sejak Mei, tapi pembagiannya tertunda. Sekarang sudah mulai dibagikan kami perkirakan selesai satu pekan. Saat ini sudah enam kecamatan yang dibagikan, sisanya tinggal enam kecamatan lagi,” terangnya didampingi Kasubag TU Septyo Ahanto kepada wartawan, Rabu (28/7) di Sukoharjo.

Dia mengatakan, total anggaran yang digunakan untuk pembuatan sertifikat bersubsidi Proda 2009 tersebut mencapai Rp 600 juta dengan rincian masing-masing kecamatan mendapat alokasi dana Rp 50 juta. Anggaran tersebut, sambungnya, bersumber dari APBD Sukoharjo. “Penerima sertifikat bersubsidi ini merupakan warga kurang mampu, sebelumnya mereka telah diajukan oleh masing-masing desa, seleksi kecamatan dan kabupaten baru ke BPN. Pemberian sertifikat ini sifatnya subsidi sebab penerima juga harus membayar biaya lain yang tidak dikover Pemkab seperti biaya patok, materai dan fotokopi,” katanya.

Pemberian sertifikat tanah bersubsi tersebut, lanjutnya diharapkan dapat membantu masyarakat. Pasalnya, hingga kini banyak tanah warga Sukoharjo yang belum bersertifikat.

ufi

lowongan pekerjaan
Carmesha Music School, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…