Rabu, 28 Juli 2010 14:21 WIB News Share :

Anggota DPR yang terhormat memalukan kalau titip absen

Jakarta--Tanda tangan ada, tapi fisik misterius. Itulah budaya absen yang marak di Senayan. Jelas budaya ini mendulang kritik keras. Sebagai wakil rakyat seharusnya mereka mengutamakan sikap jujur.

“Itu perilaku memalukan yang dilakukan anggota Dewan yang terhormat. Seharusnya tidak boleh terjadi,” kata Koordinator Forum Masyarakat Pemantau Parlemen (Formappi), Sebastian Salang, saat dihubungi detikcom, Rabu (28/7).

Menurut dia, praktek titip absen itu memang ada, dan sudah sepantasnya Badan Kehormatan (BK) DPR bertindak. Jangan sampai integritas DPR tercemar.

“Tapi masalahnya BK DPR mandul dan tidak melaksanakan fungsinya. Padahal sanksi sudah jelas diatur dalam aturan kode etik,” jelas Sebastian.

Namun bagaimanapun untuk mengatasi anggota DPR pembolos ini, diperlukan peran langsung dari partai. “Partai bertanggung jawab atas kedisiplinan anggotanya. Harus ada sanksi bagi mereka yang membandel,” tegas Sebastian.

Sebelumnya Akbar Faizal, politisi Hanura, menuding banyak anggota DPR yang menitip absen dengan menyuruh ajudannya. Atau juga bahkan hanya absen saja kemudian pergi.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
PT SAKA JAYA ENGGAL CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…