Rabu, 28 Juli 2010 23:38 WIB Solo Share :

“Butuh Rp 175 miliar untuk tangani banjir”

Solo (Espos)–Anggaran senilai Rp 175 miliar diperlukan untuk membebaskan Solo dari banjir. Dana sebanyak itu digunakan untuk pembangunan pintu air Demangan dan perbaikan drainase kota.

Hal tersebut mencuat saat Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Solo melakukan pemaparan penanganan banjir di Komisi II DPRD Solo, Selasa (27/7). Ketua Komisi II Kusraharjo mengatakan, untuk menangani banjir di Solo memang membutuhkan dana yang tidak sedikit.“Jangan hanya dilihat dari angkanya saja. Namun, ini juga penting terutama untuk membebaskan Solo dari banjir,” ungkap Kusraharjo saat dihubungi Espos, Rabu (28/7).

Dana senilai Rp 175 miliar itu digunakan untuk pembangunan pintu air Demangan sekitar Rp 125 miliar yang menjadi anak sungai Bengawan Solo. Selain itu, juga dibutuhkan dana untuk pengadaan tiga pompa air yang diperkirakan senilai Rp 9 miliar. Sisanya, dana digunakan untuk perbaikan drainase kota.

Kusraharjo mengungkapkan, anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan pintu air Demangan memang membutuhkan anggaran yang cukup besar sehingga pihaknya berharap dana itu bisa diambil dari pemerintah pusat. Dia menyatakan, Komisi II dan DPU akan mengawal dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar dana untuk penanganan banjir Bengawan Solo bisa cair. Sebab, lanjut dia, penanganan banjir Bengawan Solo tidak hanya melibatkan Solo semata, namun juga daerah lainnya.

Kusraharjo mengatakan, anggaran untuk penanganan banjir dari pemerintah pusat diharapkan bisa terlaksana tahun 2011. Sehingga, lanjut dia, proyek itu bisa segera dilaksanakan dan Solo bisa segera bebas banjir.

dni

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…