Selasa, 27 Juli 2010 10:59 WIB Solo Share :

Ratusan warga Kentingan Baru geruduk Balaikota

Solo (Espos)–Ratusan warga Kentingan Baru, Jebres, Solo, yang tergabung dalam Paguyuban Bina Masyarakat, Selasa (27/7), mendatangi Kompleks Balaikota Solo. Mereka berunjuk rasa dan meminta Pemkot Solo segera menyelesaikan persoalan terkait Kentingan Baru.

Kedatangan mereka di Halaman Kompleks Balaikota Solo diterima oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Budi Suharto dan jajarannya. Dalam orasinya yang disampaikan Ketua Paguyuban Bina Masyarakat, Wiwik Trisetyoningsih, warga menolak mediasi yang dilaksanakan pada tanggal 22 Juli 2010 di Kecamatan Jebres karena dinilai tidak sah dan mencederai rasa keadilan masyarakat, terutama bagi Paguyuban Bina Masyarakat.

“Tanggal 22 Juli, Camat Jebres melakukan mediasi dengan alasan menindaklanjuti pertemuan tanggal 14 Juli. Namun ternyata Camat Jebres hanya mengundang warga yang tergabung dalam Paguyuban Pro Relokasi yang dibentuk oleh pihak ketiga yang mengaku sebagai wakil pemegang sertifikat,” urai Wiwik.

Dikatakan Wiwik, dalam mediasi pada 22 Juli tersebut langsung disepakati bahwa Paguyuban Pro Relokasi akan menerima relokasi yang ditawarkan oleh pemegang sertifikat. Dan setelah mediasi dicapai, lanjutnya, maka Badan Pertanahan Nasional (BPN) akan melakukan pengukuran tanah dan melakukan pematokan di lokasi Kentingan Baru.

“Terhadap kesepakatan itu, kami dari Paguyuban Bina Masyarakat menolak pengukuran dan pematokan tanah oleh BPN sebelum ada penyelesaian masalah tanah Kentingan Baru. Kami juga meminta Pemkot Solo, baik eksekutif maupun Legislatif untuk segera menyelesaikan masalah tanah Kentingan Baru,” tegas Wiwik.

Menanggapi tuntutan warga Kentingan Baru tersebut, Sekda mengatakan pihaknya terlebih dahulu akan melaporkan hal itu kepada Walikota dan Wakil Walikota dan segera mengadakan rapat untuk membahas persoalan tersebut.

sry

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…