Selasa, 27 Juli 2010 02:48 WIB News Share :

Polres Salatiga bekuk sindikat Curas mobil mewah

Salatiga (Espos)–Tiga tersangka anggota sindikat pencurian mobil mewah yang beraksi di Ngawi, Jatim berhasil dibekuk jajaran Polres Salatiga, Senin (26/7), setelah sempat diwarnai aksi kejar-kejaran. Sayang satu tersangka lain berhasil lolos dari kejaran petugas dan melarikan diri.

Menurut keterangan yang berhasil dihimpun, ketiga tersangka tersebut Asikin, warga Desa Golokan RT 01/RW V, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik; Withman, 29, warga Dusun Tunas Baru RT 05/RW III, Desa Durian, Kabupaten Sambas; dan Suratman, 37, warga Desa Punggul Gedangan RT 02/RW III, Sidoarjo.

Kapolres Salatiga, AKBP Susetio Cahyadi mengatakan penangkapan ketiga tersangka itu berawal dari informasi yang disampaikan dari Polda Jatim kepada Polda Jateng yang kemudian diteruskan ke Polres Salatiga.

Informasi itu menyebutkan terjadi aksi pencurian dengan kekerasan (Curas) dengan sasaran mobil rental berjenis Toyota Fortuner berwarna putih bernopol W 421 FN milik H Arifin, warga Gresik yang dilakukan oleh beberapa pelaku. Mobil tersebt dilarikan setelah sebelumnya pelaku membius sopir mobil dan membuangnya di jalan.

“Kami langsung merespon cepat informasi tersebut dengan melakukan pengadangan yang dimulai di Kauman,”  papar Kapolres.

Sekitar pukul 12.00 WIB, mobil Toyota Fortuner tersebut terlihat melintas dari arah Solo menuju Semarang. Polisi yang bertugas Pospol Kauman sempat memberhentikan mobil tersangka. Saat hendak diinterogasi, tersangka langsung kabur. Terjadilah aksi kejar-kejaran.

Laju tersangka berhasil dihentikan setelah salah satu dari beberapa mobil polisi yang diterjunkan untuk mengejar menabrak mobil yang dikendarai keempat tersangka di kawasan Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Salatiga. Keempat tersangka tersebut mencoba kabur, namun tiga diantaranya berhasil ditangkap. Satu di antaranya, yang bernama Rizal, lolos dari kejaran petugas.

Dari para tersangka disita banyak barang bukti selain Toyota Fortuner, mulai dari lima buah handphone (HP), tujuh lembar STNK berbagai kendaraan, uang tunai Rp 3,15 juta, berbagai kartu nama, bong (alat penghisap sabu-sabu), buku tabungan dan berbagai jimat.

Kapolres menengarai Withman merupakan otak dari aksi kejahatan tersebut. Withman memiliki sedikitnya empat KTP. Sementara dua tersangka lainnya juga memiliki KTP lebih dari satu.  Jika dilihat dari modusnya, yakni membius korban lalu membuangnya, serta sejumlah barang bukti, jelas mereka adalah penjahat profesional,  ungkapnya.

Dari beberapa barang bukti tersebut, diketahui pula para tersangka telah melakukan kejahatan serupa sedikitnya tiga kali. Kendaraan hasil curian tersebut mereka jual ke Bogor dan Pontianak.

“Kami akan berkoordinasi dengan Polda Jateng sebelum dikirm ke Polda Jatim. Kami juga akan coba kembangkan penyidikan untuk mengetahui ada tidaknya keterkaitan dengan kejahatan yangn terjadi di wilayah hukum Polda Jateng,” pungkas Kapolres.

kha

lowongan pekerjaan
KISEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…