Selasa, 27 Juli 2010 21:03 WIB Boyolali Share :

Penimbunan tanah uruk dikeluhkan warga

Boyolali (Espos)–Sejumlah warga Di Desa Pusporenggo, Kecamatan Musuk mengeluhkan kegiatan penimbunan tanah uruk di areal ladang sebelah selatan Kali Gandul.

Mereka sangat terganggu debu yang beterbangan akibat kegiatan penambangan tanah tersebut. “Setiap hari ada ratusan truk pengangkut tanah yang menimbun di areal itu,” ujar warga RT 2/II Desa Pusporenggo Sugiyono kepada wartawan, Selasa (27/7).

Akibat debu itu, membuat kondisi rumahnya sangat kotor. Berkali-kali, jelas Sugiyono, dirinya harus menyapu dan mengepel. Namun tak lama kemudian mengotori rumah. Bahkan dirinya memasang kipas angin untuk menghalau debu. Selama ini, warga juga tidak pernah dimintai izin terkait hal tersebut. Yang jelas, imbuh dia telah mengganggu warga sekitar.

Sementara, warga RT 8/II Jiman mengaku belum begitu terpengaruh debu dari penimbunan tanah. Hanya saja, dirinya mengkhawatirkan kalau kegiatan penyaringan itu sudah mulai dilakukan. Berdasarkan keterangan dari Pemdes Pusporenggo, tanah itu nantinya akan disaring dan dicampur dengan pasir dan kerikil. Selanjutnya campuran itu dijual untuk pengurukan proyek jalan tol Solo-Semarang dan Solo-Ngawi.

Terpisah, penanggungjawab proyek tersebut belum bisa ditemui. Namun operator back hoe Yono mengatakan penimbunan tanah itu milik CV Hafa yang berkantor di Yogyakarta. Dirinya hanya memperoleh order untuk meratakan tanah. “Order hanya meratakan. Kalau soal lain saya tidak tahu mungkin bisa ditanyakan ke kantor pusatnya,” jelas dia.

fid

lowongan pekerjaan
PT.Swadharma Sarana Informatika, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…