Selasa, 27 Juli 2010 17:17 WIB News Share :

PD tak pede nyalon Salatiga-1

Salatiga (Espos)— Meski mengantongi suara terbesar kedua setelah PDIP dalam Pemilu Legislatif tahun 2009 di Kota Salatiga,  Partai Demokrat (PD) tak cukup percaya diri untuk mengusung kadernya sendiri sebagai calon walikota (Salatiga-1-red) dalam Pilkada Salatiga tahun 2011. PD Salatiga hanya berani mencalonkan kader terbaiknya untuk menempati posisi calon wakil walikota.

Langkah ini seolah mengikuti langkah yang lebih dulu dilakukan rival mereka, yakni PDIP. Partai berlambang banteng moncong putih ini hanya berani mengusung kadernya terbaiknya, yakni Milhous Teddy Sulistyo untuk menjadi calon wakil walikota. Posisi calon walikota justru diberikan kepada politikus amatir dari partai gurem yakni Yulianto dari Partai Indonesia Sejahtera (PIS).

Ditemui di Gedung DPRD Kota Salatiga, Selasa (27/7),  Ketua DPC PD Salatiga, Iwan Setyo P mengaku keputusan untuk mengusung kader internal sebagai calon Wawali sudah melalui kajian yang dilakukan oleh Tim Sembilan yang ia pimpin. Siapa kader yang akan diusung PD sebagai Cawawali tersebut, tidak lain adalah Iwan sendiri.

Usia muda dan minimnya pengalaman politik, diakui Iwan menjadi faktor utama diambilnya keputusan tersebut. Maklum saja jabatan Wakil Ketua DPRD Salatiga, yang disandang Iwan saat ini merupakan pengalaman kali pertamanya sebagai wakil rakyat.

Lebih jauh Iwan memastikan PD akan berkoalisi dengan Parpol lain untuk menghadapi Pilkada Salatiga 2011 kendati secara ketentuan bisa mengusung sendiri pasangan calon. Meski meraih suara terbanyak kedua, namun secara persentase perolehan suara PD tak signifikan yakni hanya sekitar 10 persen saja. Begitu pula dengan PDIP sebagai Parpol peraih suara terbanyak pun memilih berkoalisi lantaran perolehan suara mereka hanya sekitar 15 persen.

kha

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…