Selasa, 27 Juli 2010 10:31 WIB News Share :

Melahirkan di rumah, dibuang di toilet sekolah

Surabaya–Bayi laki-laki yang ditemukan membusuk di toilet SMAN 12 Surabaya sudah lima hari dibuang ibunya. RD yang masih duduk di bangku kelas X, mengakui setelah melahirkan di rumahnya, kawasan Tandes, pada Rabu malam  (21/7) lantas membuangnya.

“Pengakuan RD melahirkan bayi di rumahnya dan sehari kemudian dibuang di toilet khusus guru dan TU,” terang Kapolsek Benowo AKP Adjid saat dihubungi, Selasa (27/7).

Adjid mengatakan, pihaknya juga mendalami kasus ini untuk mengetahui bagaimana tersangka membuangnya, maupun menjerat leher sang bayi hingga tewas. “Apakah dia sendiri atau ada yang membantu itu yang akan kita dalami,” tambahnya.

Sebelumnya, SMAN 12 Jalan Sememi digemparkan dengan kasus penemuan bayi di toilet khusus guru dan TU sekitar pukul 06.45 WIB, Senin (26/7). Bayi laki-laki yang ditemukan di dalam kardus sudah tewas dan kondisinya mengenaskan karena di leher ada lilitan kabel listrik.

Terungkapnya RD ini setelah polisi berinisiatif mengundang bidan untuk melakukan pemeriksaan kehamilan terhadap seluruh siswi sekolah tersebut.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
KLINIK BERSALIN UTAMA RB. DR. JOHAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…