Selasa, 27 Juli 2010 09:04 WIB News Share :

Korban keracunan siput masih dirawat di RS

Kendari–Tiga warga Desa Lakapera, Kecamatan Gu, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), yang keracunan setelah mengonsumsi siput, masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Baubau.

“Saat tiba di rumah sakit, Senin kemarin, ketiga korban dalam kondiri kritis. Saat ini ketiganya masih dalam perawatan intesif,? kata petugas RSUD Kota Baubau, dr H Zamri Amin SPOG melalui telepon dari Baubau, Selasa (27/7).

Menurut dr Zamri, sebelum dirujuk ke RSUD Baubau, ketiga korban tersebut lebih dahulu dirawat di Puskemas Lombe, Kecamatan Gu. Namun karena kondisi ketiga korban sudah mengkhawatirkan, petugas Puskemas Laombe merujuknya ke RSUD Baubau.

“Pagi ini, kondisi para korban sudah agak membaik dibanding saat tiba di rumah sakit. Meski demikian, petugas perawatan masih terus memantau perkembangan kondisi mereka,” katanya.

Menurut dr Zamri, sejak kasus keracunan mengonmsi ikan dan siput melanda Buton dan Bubau dalam satu bulan terakhir, RUSD Kota Baubau sudah merawat puluhan pasien, yang berasal dari berbagai wilayah kecamatan di Buton.

Bahkan, salah satu pasien dari Kecamatan Lakudo, Buton, dua pekan lalu meninggal di RSUD Baubau, setelah petugas kesehatan tak dapat lagi menyelamatkan jiwanya.

“Sampel siput yang dikonsumsi warga Lakudo, sudah diteliti di Balai POM Kendari. Hasilnya, siput tersebut mengandung logam berat, berupa Cu atau lembaga,” katanya.

Balai POM  kata Zamri, masih terus meneliti siput yang jadi sampel tersebut, karena petugas Balai POM masih menduga adanya arsen dan racun sianida yang terkandung dalam tubuh siput itu.

“Laporan Balai POM Kendari ke Dinas Kesehatan Kota Baubau seperti itu. Hasil penelitian lanjutan itu, kami masih tunggu,” katanya.

Sebelumnya, lima orang dalam satu keluarga di Desa Lakapera, Kecamatan Gu, keracunan setelah mengonsumsi siput. Dua dari lima anggota keluarga tersebut meninggal dunia sedangkan tiga korban lainnya dalam kondisi kritis dirujuk ke RSUD Baubau.

Dua korban meninggal bernama La Deu (kepala keluarga) dan putrinya Wa Gonto, 12. Sedangkan Wa Nai, 45 istrinya, dan dua anaknya, La Rudi, 13 dan La Haji, 3 kondisinya kritis.

ant/rif

lowongan pekerjaan
SUNAN TOUR AND TRAVEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…