Selasa, 27 Juli 2010 16:25 WIB News Share :

Khawatir jadi tempat regenerasi, Polri usul LP teroris terpisah

Jakarta–Mabes Polri khawatir Lembaga Pemasyarakatan (LP) menjadi tempat bagi regenerasi teroris baru. Karenanya, Polri mengusulkan agar LP untuk teroris dibuat terpisah.

“Jadi kalau dikumpulkan jadi satu saya khawatir nanti justru menjadi bercampur tadi. Regenerasi,” kata Kabareskrim Komjen Pol Ito Sumardi usai acara Simposium Nasional Memutus Mata Rantai Radikalisme dan Terorisme di Hotel Le Meridien, Jl Sudirman, Jakarta, Selasa (27/7).

Menurut Ito, terpidana teroris memiliki perbedaan dengan terpidana lainnya. Tidak mudah mengubah cara pandang seorang teroris dalam tahanan.

“Jadi kejahatan teroris kan beda dengan kejahatan biasa,” jelasnya.

Kasus soal regenerasi ini, sebelumnya pernah terjadi pada Yuli Harsono, 33, terduga teroris yang tewas saat penggerebekan di rumah kontrakan di Cungkrungan, Blang Wetan, Klaten.

Yuli diduga bergabung dalam kelompok teroris Abdullah Sunata saat di penjara di Lapas Sukamiskin, Bandung.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
PT.Swadharma Sarana Informatika, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Perempuan Melawan Pelecehan Seksual

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (16/01/2018). Esai ini karya Evy Sofia, alumnus Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah evysofia2008@gmail.com.  Solopos.com, SOLO—Empathy is seeing with the eyes of another, listening with the ears of another,…