Selasa, 27 Juli 2010 19:39 WIB Sukoharjo Share :

Kerusakan tabung gas terus bertambah

Sukoharjo (Espos)–Pengembalian tabung gas elpiji 3 kg yang rusak di sejumlah agen dari masyarakat pengguna paket konversi terus bertambah.

Kerusakan tabung gas elpiji yang banyak dikembalikan masyarakat di antaranya tabung korosi (karatan), bocor maupuan pegangan dan tatakan tabung yang patah dan bengkok. Manager Operasional Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) Anugerah Terang Abadi Gasindo Parangjoro, Grogol, Diah Eka Yanti mengatakan, hingga kini masih banyak pengembalian tabung gas elpiji yang rusak dari agen.

“Setiap hari tabung gas rusak yang dikembalikan rata-rata 15 tabung, tapi sekarang bertambah bisa mencapai 25 tabung hingga 38 tabung per hari,” terangnya kepada wartawan, Selasa (27/7) di kantornya. Dia menambahkan, hingga saat ini total tabung gas elpiji yang rusak mencapai 10.356 tabung. Pihaknya mengaku, telah melaporkan pengembalian tabung rusak yang diterima dari agen kepada PT Pertamina.

Sementara itu, Manager Operasional SPPBE Sarana Investa Utama Manang, Grogol, Agus Dimas Prasetyo mengatakan, sebagian besar tabung rusak yang dikembalikan dari masyarakat ke agen karena bocor dan karatan. “Tapi ada juga yang pegangan dan tatakan tabungnya putus juga dikembalikan. Dari Maret sampai Juli kami sudah menerima tabung gas rusak dari agen mencapai 3.344 tabung,” katanya.

ufi

lowongan pekerjaan
Gramedia Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…