Selasa, 27 Juli 2010 12:22 WIB Internasional Share :

Iran
Sanksi Uni Eropa tak akan rusak Iran

Moskow--Sanksi-sanksi baru Uni Eropa terhadap Iran tidak akan merusak Teheran meskipun akan menyulitkan situasi sekitar program nuklir negara, kata juru bicara kementerian Luar Negeri Iran, Ramin Mehmanparast, Senin.

“Sanksi-sanksi itu bukan alat efektif untuk melarang hak negara. Mereka hanya menyulitkan situasi dan membatasi pihak-pihak yang berundinng dari kesepahaman,” katanya menurut kantor berita IRNA.

Sanksi-sanksi baru terhadap Iran ditargetkan pada perdagangan luar negeri, jasa keuangan, sektor energi dan gas akan mulai diperlakukan Selasa (27/7) setelah disepakati Uni Eropa.

Resolusi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) 9 Juni memberlakukan paket keempat sanksi terhadap Iran berkaitan dengan program nuklirnya, termasuk memperketat kontrol keuangan dan perluasan embargo persenjataan. Di samping itu juga larangan aset terhadap tiga lusin perusahaan serta pembekuan perjalanan perorangan.

Tindakan-tindakan Uni Eropa, pada tahap-tahap yang sama juga dilakukan oleh Amerika Serikat, untuk melanjutkan sanksi-sanksi PBB yang melunak untuk mengamankan Rusia dan China anggota Dewan Keamanan PBB yang memiliki hak veto.

Sanksi-sanksi Uni Eropa akan termasuk membekukan investasi pada sektor minyak dan gas Iran, dan melarang transfer teknologi serta peralatan dan ketentuan jasa khusus. Sanksi-sanksi juga diperkirakan akan melarang ekspor barang-barang kepada Iran yang kemungkinan bisa digunakan untuk pembuatan senjata.

Uni Eropa juga akan mengenakan larangan visa baru dan membekukan rekening-rekening bank milik Kesatuan Garda Revolusi Iran. Mereka juga akan melarang bank-bank Iran dari semua kegiatan di Uni Eropa, dan karang-kapal barang Iran dilarang memasuki perairan Eropa.

Negara-negara Barat mencurigai Iran berusaha membangun senjata nuklir berdasarkan dalih pembangkit listrik tenaga nuklir untuk sipil.

Rusia, anggota tetap DK PBB sejak lama menentang sanksi-sanksi terhadap Iran, mengatakan bahwa masalah itu harus diselesaikan melalui cara diploamtik.

Namun Moskow akhirnya menyetujui sanksi PBB setelah Iran gagal membuktikan untuk keperluan damai pada kegiatan nuklirnya.

ant/rif

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Perempuan Melawan Pelecehan Seksual

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (16/01/2018). Esai ini karya Evy Sofia, alumnus Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah evysofia2008@gmail.com.  Solopos.com, SOLO—Empathy is seeing with the eyes of another, listening with the ears of another,…