Selasa, 27 Juli 2010 16:44 WIB Issue Share :

Gagal berdamai, Rezky Aditya tetap dituntut Rp 2,1 miliar

Jakarta— Masih ingat dengan perseteruan antara produksi MD Entertainment dan artis Rezky Aditya? Sampai saat ini Rezky masih harus menghadapi tuntutan pihak MD sebesar Rp 2,1 miliar karena dituding melanggar kontrak kerja.

Sebelumnya di antara mereka sudah sepakat membicarakan perdamaian kasus tersebut. Draft perdamaian pun sudah diberikan oleh pihak MD dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (18/5) lalu.

Setelah itu Rezky dan MD mengadakan pertemuan tertutup. Namun ternyata tidak ada kesepakatan di pertemuan yang berlangsung pada Mei 2010 itu.

“Antara penggugat dan tergugat tidak mencapai kata sepakat,” jelas pengacara Rezky, Anna Sofa Yuking, saat dihubungi detikhot via ponselnya, Selasa (27/7).

Dengan gagalnya perdamaian antara MD Entertainment dan Rezky, sidang gugatan perdata dugaan pelanggaran kontrak kerja yang dilakukan Rezky pun kembali digelar Selasa ini. Agenda sidang adalah pembacaan jawaban atas materi gugatan pihak MD.

“Inti jawaban kami bahwa Rezky ingin meluruskan hal yang dituduhkan padanya, melakukan wan prestasi adalah tidak benar,” jelas Anna.

Sekedar mengingatkan, dalam gugatannya MD Entertainment menyebut bintang sinetron ‘Melati Untuk Marvel’ itu melanggar kontrak. Rezky dikontrak eksklusif untuk 331 episode. Namun sampai saat ini ia baru menyelesaikan 261 episode.

Sementara pihak Rezky beranggapan kontrak eksklusifnya telah berakhir sejak Januari 2010. Makanya ia merasa tidak ada pelanggaran kontrak yang dilakukannya.


dtc/tya

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…