Selasa, 27 Juli 2010 14:07 WIB Solo Share :

DPRD
BPN harus hati-hati soal Kentingan Baru

Solo (Espos)–Ketua DPRD Solo, YF Sukasno meminta Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk tidak melakukan pengukuran dan pematokan lahan di Kentingan Baru sebab tanah di daerah itu masih bersengketa.

Hal itu diungkapkan Sukasno kepada wartawan seusai bertemu dengan warga Kentingan Baru yang melakukan aksi unjuk rasa di Gedung Dewan, Selasa (27/7). “Kami akan segera melayangkan surat ke BPN mengenai masalah ini,” ungkap Sukasno.

Dia mengatakan, BPN harus berhati-hati dalam menangani masalah ini dan tetap menciptakan situasi kondusif di Kentingan Baru. Sebab, lanjut dia, tanah di daerah itu masih sengketa karena proses hukum mengenai tanah di daerah itu masih berjalan. “Kemarin banding sehingga proses hukumnya tetap berjalan. Kami minta jangan melakukan pengukuran dan pematokan dului, nanti malah memperkeruh suasana,” terang politisi PDIP ini.

dni

lowongan pekerjaan
PT.Swadharma Sarana Informatika, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…