Selasa, 27 Juli 2010 18:19 WIB Wonogiri Share :

Ditinggal cari kunir, perhiasan seberat 60 gram lenyap

Wonogiri (Espos)–Masyarakat di Kecamatan Ngadirojo, diminta lebih mewaspadai aksi pencurian ataupun upaya seseorang yang mengaku kenal dengan salah satu anggota keluarga. Kejadian terakhir dialami Ny Katini, 40, warga Sentul, Kerjo Lor, Ngadirojo.

Informasi yang dihimpun Espos, Selasa (27/7), perhiasan milik korban seberat sekitar 60 gram atau senilai Rp 60 juta lenyap digondol pencuri. Saat ditemui Espos, di rumahnya di Sentul RT 1/RW XII, Ny Katini ditemani anaknya Puji Lestari, yang masih duduk di kelas 5 SDN Tempel dan ibunya, Ny Sadiyem, 70 menceritakan, perhiasan itu ditaruh di dalam bagasi motor miliknya yang diparkir di halaman rumah.

“Kejadian sepekan lalu dan sudah saya laporkan ke Polsek (Ngadirojo). Waktu itu sekitar jam 12.00 WIB, saya biasa menjemput anak ke sekolah, tetapi saat kejadian kami tidak menjemput karena ada tamu yang mengaku berasal dari Girimarto dan kenal dengan suami saya, bernama Sutarno yang merantau,” ujarnya.

Modus yang dilakukan saat bertamu pelaku mengabarkan suami korban dan dikatakan kalau di perantauan dicari-cari tidak ada. “Nama memang benar, tetapi saat disebutkan pensiunan PNS pertanian kami curiga karena suami saya hanya buruh bangunan. Untuk itu, HP berikut perhiasan yang semula kami taruh di dekat televisi kami masukkan ke dompet.”

Lebih lanjut diceritakan, pelaku yang datang mengendarai motor seperti Vario meminta dicarikan tanaman obat-obatan kunir dan temu ireng. “Saya mencarikan kunir ke tegalan milik tetangga dengan mengendarai motor dan kembali untuk mencari temu ireng di pekarangan rumah. Saat itu motor saya parkir di halaman, namun kunci motor lupa tidak kami ambil. Saat saya kembali, ternyata tamu sudah tidak ada. Ibu saya bilang kalau tamu tadi membuka bagasi motor dan saya sudah lemas, dan setelah saya buka dugaan saya betul dompet sudah tidak ada.”

Di dalam dompet berisi, kalung seberat 20 gram, gelang triga biji (25 gram), kalung anak (11 gram), gelang anak 6 gram dan liontin mainan seberat 1,5 gram. “Kunci motor juga dibawa dan saya membuka dengan kunci cadangan. Ciri-ciri tamu itu muka bulat berambut sepak, tinggi sedang.”

Kapolsek Ngadirojo AKP Darmanto mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Nanang Avianto saat mengonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut. “Kami juga meminta warga untuk lebih waspada. Apalagi menjelang bulan ramadan dan hari raya, sehingga segala bentuk penipuan akan terjadi. Tingkatkan Pamswakarsa dan jangan malu meminta bantuan pada tetangga. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Muspika untuk mengingatkan warga saat acara-acara tingkat kecamatan,” tegasnya.

tus

lowongan pekerjaan
PT SAKA JAYA ENGGAL CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…