Selasa, 27 Juli 2010 21:15 WIB Issue Share :

Bukti awal cukup, permintaan SP3 Cut Tary susah dikabulkan

Jakarta– Cut Tary akan minta kasus video pornonya dihentikan penyidikannya. Mabes Polri melihat hal itu sulit dilakukan karena SP3 bisa terjadi kalau bukti awal tidak mencukupi.

“Aturan hukum yang berlaku SP3 itu kan bisa kalau tidak ada bukti permulaan yang cukup. (Kasus Cut Tary) Ini kan ada bukti permulaan yang cukup,” jelas Kabareskrim Mabes Polri Komjen (Pol) Ito Sumardi saat ditemui di Hotel Le Meredien, Jl Jend Sudirman, Jakarta, Selasa (27/7).

Meski begitu, menurut Ito, Mabes Polri tidak akan menghalangi niat Tary yang akan mengajukan permohonan agar kasusnya dihentikan penyidikannya. “Boleh-boleh saja. Tapi tetap harus melihat aturan yang ada,” ujarnya lagi.

Ditambahkan Ito, pada pekan ini Mabes Polri akan melimpahkan berkas pemeriksaan Tary dan Luna ke pihak kejaksaan. Pada pekan lalu, Mabes pun sudah melimpahkan berkas pemeriksaan Ariel.

Kembali ke soal SP3, rencananya Rabu (28/7) esok, Tari dan kuasa hukumnya Hotman Paris akan mendatangi Mabes. Mantan presenter ‘Insert’ itu akan meminta kasusnya dihentikan penyidikannya karena dia bukanlah model video porno.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
PT. Lemindo Abadi Jaya, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Perempuan Melawan Pelecehan Seksual

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (16/01/2018). Esai ini karya Evy Sofia, alumnus Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah evysofia2008@gmail.com.  Solopos.com, SOLO—Empathy is seeing with the eyes of another, listening with the ears of another,…