Selasa, 27 Juli 2010 21:06 WIB Boyolali Share :

Beasiswa, perwakilan orangtua lapor ke Bupati

Boyolali (Espos)–Sejumlah perwakilan walimurid penerima dana beasiswa miskin SMPN 2 Banyudono, Selasa (27/7), melapor ke Bupati. Mereka mengadukan Kepsek SMPN 2 Banyudono Agus Endi Hartono ke Bupati, karena dinilai telah mengulur pencairan beasiswa.

Namun, Bupati Sri Moeljanto tidak bisa menemui, karena sedang dinas keluar. Oleh ajudan, perwakilan orangtua siswa diminta untuk menulis surat yang ditujukan kepada bupati. “Yang jelas kami menyayangkan sikap Kepsek yang menahan dana beasiswa warga miskin. Kami berharap Kepsek bisa mendapat sanksi sesuai kesalahannya. Bagi sekolah uang Rp 40.000/bulan/siswa itu tidak begitu berarti, tetapi bagi kami itu sangat berarti,” ujar perwakilan orangtua siswa Suwondo kepada wartawan.

Kepala Disdikpora Boyolali, Mulyono Santoso didampingi Kabid Pendidikan Menengah Sunarto menyatakan apa yang terjadi di SMPN 2 Banyudono itu tidak bisa dibenarkan. Pasalnya, jika beasiswa itu cair, maka pihak sekolah harus segera menyerahkan dana itu. “Kepala sekolah sudah kami beri peringatan, karena kejadian itu sudah terjadi lebih dari sekali,” jelas dia.

Dengan kejadian itu, Disdikpora akan memperketat monitoring pencairan dana. Sebelumnya, sejumlah wali murid SMPN 2 Banyudono mempertanyakan dana beasiswa bagi siswa kurang mampu tahun ajaran 2009/2010 yang belum dibagikan hingga pergantian tahun ajaran baru.

fid

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….