Selasa, 27 Juli 2010 21:59 WIB Sukoharjo Share :

Baleg butuh pelatihan, anggaran tak ada

Sukoharjo (Espos)–Badan Legislatif (Baleg) mengeluhkan tidak adanya anggaran yang tersisa di APBD-Perubahan (APBD-P) untuk pelatihan. Padahal Baleg membutuhkan dana tersebut untuk belajar mengenai pembahasan rancangan peraturan daerah (Raperda).

Sebagai informasi, formasi Baleg baru ada pada tahun ini menyesuaikan dengan tata tertib (Tatib) dewan yang baru. Ketua Baleg, Syarif Hidayatullah mengatakan, 11 orang anggota dan pengurus Baleg membutuhkan pelatihan untuk membahas mengenai Raperda. “Dulu itu pembahasan Raperda kan hanya di komisi I. Sedang sekarang mengacu kepada Tatib terbaru, ada Baleg yang bertugas membahas Raperda dengan eksekutif,” ujarnya ketika dijumpai Selasa (27/7).

Dari total 11 anggota dan pengurus Baleg, Syarif menambahkan, hanya empat orang yang muka lama. Mereka adalah Sumarno, Sunarno, Sunoto dan terakhir Agus Sumantri. Sisanya sebanyak tujuh orang statusnya merupakan anggota dewan baru yang tak pernah punya pengalaman membahas Raperda.
“Saya sendiri sebagai ketua Baleg yang juga anggota dewan baru terus terang tidak tahu bagaimana mekanisme pembahasan Raperda. Hal ini tentu saja menimbulkan kecemasan karena saya tidak tahu bagaimana seharusnya saya membahasnya,” ujar dia.

Melalui pelatihan atau Bintek, Syarif menambahkan, dirinya berharap memperoleh teori untuk pembahasan Raperda. Pengetahuan itulah yang nantinya dijadikan pegangan dalam membahas lima Raperda pada tahun ini. “Setelah berdiskusi dengan Badan Anggaran (Banggar) tidak ada sisa dana dalam APBD-P. Kondisi ini membuat kami prihatin. Terus terang untuk solusi kami belum tahu,” ujarnya. Meski belum ada solusi, Syarif menjelaskan, tidak akan membuat Baleg berhenti bekerja.

aps

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mencari Alamat Bahasa Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (06/01/2018). Esai ini karya Na’imatur Rofiqoh, ”pemukul” huruf dan juru gambar yang tinggal di Solo. Alamat e-mail penulis adalah naimaturr@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Bahasa Indonesia tidak lagi beralamat di Indonesia. Indonesia malah jadi tempat…