Selasa, 27 Juli 2010 09:58 WIB News Share :

124 Korban Kudatuli renungan malam dan tabur bunga

Jakarta–Hari ini tepat 27 Juli 2010, tepat 14 tahun insiden berdarah Kerusuhan 27 Juli (Kudatuli) 1996. Para korban mengadakan renungan malam dan tabur bunga di bekas kantor DPP PDI, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat.

Pantauan di bekas kantor PDI, Senin malam (27/7) sekitar pukul 23.45 WIB mereka berkumpul di teras. Di depan mereka, ada karangan bunga bundar kecil.

Suasana kantor yang gelap cukup syahdu oleh lilin-lilin yang mereka nyalakan. Sekitar 100 orang yang tergabung dalam Forum Komunikasi Kerukunan (FKK) 124 hikmat mendengarkan orasi.

“Ingatkah kejadian pada malam sebelum tragedi waktu 27 Juli 1996. Saya mengajak semua untuk kembali pada suasana 14 tahun yang lalu. Rasakan betul, hadirkan kembali diri kita dalam peristiwa tersebut. Tragedi kemanusiaan yang sudah melukai hak kita. Ayo kita bangkit dan memperjuangkan kembali keadilan,” ujar Ketua FKK 124 Arnoldus Noldy saat berorasi.

Setelah renungan dan berorasi, mereka melakukan tabur bunga di dalam kantor itu sambil menyanyikan lagu ‘Syukur’ karangan H Mutahar. Sebelumnya diadakan tahlilan dan pemutaran film ‘Jamilah dan Sang Presiden’.

Tak tampak petinggi PDIP dalam acara itu.

Sekedar mengingatkan insiden berdarah itu 14 tahun lalu, saat itu kantor PDI di Jl Diponegoro 58, Jakarta Pusat yang dikuasai pendukung Ketua PDI Megawati Soekarnoputri diserbu. Penyerbuan ini dilakukan massa pendukung Surjadi, ketua Umum PDI versi kongres Medan yang dibeking pemerintah dan dibantu Kepolisian dan TNI.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….