Senin, 26 Juli 2010 23:42 WIB Boyolali Share :

Wali murid SMPN 2 Banyudono pertanyakan dana beasiswa

Banyudono (Espos)–Sejumlah wali murid SMPN 2 Banyudono, Boyolali, mempertanyakan dana beasiswa bagi siswa kurang mampu tahun ajaran 2009/2010 yang belum dibagikan hingga pergantian tahun ajaran baru.

Salah satu wali murid SMPN 2 Banyudono, Suratman, 37, mengatakan, anaknya bernama Nur Sodhiq tercatat sebagai penerima beasiswa siswa kurang mampu saat dia duduk di kelas VIII pada tahun ajaran 2009/2010. Namun, hingga naik ke kelas IX, Sodhiq belum menerima beasiswa yang bernilai Rp 40.000 per bulan tersebut.

“Kami sebagai orang tua, tahunya kok belum menerima, <I>gitu<I> saja,” papar Suratman saat dijumpai Espos, Senin (26/7), di Desa Jimbungan, Banyudono, Boyolali. Suratman, warga Dukuh Majegan, Desa Jimbungan, Boyolali itu pun belum pernah mendapatkan penjelasan tentang alasan belum turunnya beasiswa tersebut dari pihak sekolah.

Dia pun meminta agar Kepala Sekolah dan jajarannya memberikan penjelasan akan alasan belum turunnya beasiswa itu. “Kalau segera diberikan, tentunya beasiswa itu akan sangat bermanfaat sekali bagi siswa seperi Sodhiq. Jangan sampai beasiswa itu disalahgunakan, itu saja tuntutannya,” tukas Suratman yang sehari-hari bekerja sebagai petani itu.

Menurut informasi yang dihimpun Espos, penerima beasiswa bagi siswa kurang mampu tahun ajaran 2009/2010 di SMPN 2 Banyudono berjumlah sekitar 53 siswa, yaitu terdiri atas 27 siswa kelas IX dan 26 siswa kelas VIII. Beasiswa bagi siswa kelas IX yang telah lulus pada ajaran 2010/2011 telah diberikan sebelum kelulusan. Jadi tinggal 26 siswa kurang mampu dari kelas VIII yang naik di kelas IX yang belum menerima beasiswa senilai Rp 480.000 per tahunnya itu. Dua siswa penerima beasiswa bagi siswa berprestasi dan dua siswa penerima beasiswa siswa transisi juga belum mendapatkan beasiswa pada tahun ajaran 2009/2010.

Saat dikonfirmasi melalui telepon genggam, Senin, Kepala SMPN 2 Banyudono, Agus Endi Hartono mengatakan, jika beasiswa bagi siswa kurang mampu yang belum diberikan itu baru cair menjelang pergantian tahun ajaran baru, yaitu sekitar Maret lalu.  “Anggarannya kalau tidak salah turun Maret lalu. Karena sekolah masih sibuk dan masih harus kosentrasi dengan ujian akhir nasional (UAN) dan penerimaan siswa baru maka kami belum sempat membagikannya,” papar dia.

Agus menambahkan, rencana beasiswa bagi siswa kurang mampu yang belum sampai ke tangan siswa tersebut akan diberikan Rabu (28/7) besok. Hari ini, Selasa (27/7), pihak sekolah masih akan membuat undangan dan menyebarkannya ke para wali murid penerima beasiswa tersebut.

hkt

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…