Senin, 26 Juli 2010 13:43 WIB News Share :

Ungkap kasus Syaifullah, Cak Imin minta polisi bergerak cepat

Jakarta--Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar merasa prihatin atas meninggalnya wartawan Kompas Muhammad Syaifullah yang diduga tewas secara tidak wajar. Jika kematiannya terkait pemberitaan, polisi harus bergerak cepat mengungkap kasus ini.

“Jika kematiannya tidak wajar dan diduga terkait dengan pemberitaan, maka ini sudah kesekian kalinya terjadi selama beberapa tahun belakangan. Polisi harus bergerak cepat dan lebih memberikan perlindungan juga kepada para pekerja media,” kata Muhaimin kepada detikcom, Senin (26/7).

Menurut Menakertrans ini, kerja cepat aparat kepolisian mengusut kasus ini sangat diperlukan agar ancaman kebebasan pers dapat dihindari. Sebab, jika pengusutan kasus ini berjalan lamban akan sangat membahayakan bagi masa depan demokrasi yang sehat.

“Usut kasus ini sampai tuntas dan jangan sampai terkatung-katung seperti sebelumnya. Dengan kejadian ini menunjukkan tugas jurnalis makin berbahaya, serikat pekerja media harus lebih hati-hati,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, wartawan Kompas Muhammad Syaifullah yang juga merupakan Kepala Biro Kompas di Kalimantan yang berkedudukan di Balikpapan, ditemukan meninggal di rumah kontrakannya pukul 09.00 Wita. Kematiannya mencurigakan, karena tubuhnya penuh lebam dan keluar busa dari mulutnya.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….