Senin, 26 Juli 2010 17:40 WIB Boyolali Share :

Truk srempet bus, satu luka berat

Boyolali (Espos)–Sebuah truk dari arah Semarang menuju Solo menyerempet bus Tulus Rapi di jalan raya Solo-Semarang, Banyudono, Boyolali, Senin (26/7), sekitar pukul 13.00 WIB. Kecelakaan itu menyebabkan seorang penumpang bus luka parah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Espos di lokasi kejadian, bus yang berjalan dari arah Solo ke Boyolali Kota tersebut sedang mengangkut enam orang penumpang. Bus bernopol AD1612AD itu dikendarai Kuwat, 54, warga Dukuh Soko, RT 3/RW 15, Desa Jenengan, Sawit, Boyolali dari arah Solo menuju Boyolali Kota.

“Saat itu, busnya jalan pelan, kecepatannya sekitar 20 km/jam, karena kami mau menurunkan penumpang di depan,” papar Kuwat. Tiba-tiba dari arah berlawanan, sebuah truk fuso melaju cepat dan menyerempet badan bagian kanan bus. Akibatnya, bodi bus bagian kanan yang terserempet rusak dan kaca jendela bus bagian kanan sebagian besar pecah.

Naas, salah satu penumpang, yang diketahui bernama, Warjiyem, 50, warga Dukuh Barengan RT 1/RW III, Desa Salakan, Teras, Boyolali diduga tangannya menggelantung keluar dari jendela saat terjadi serempetan. Hingga tangan kanan penumpang yang duduk di kursi bagian belakang bus itu putus pada siku dan terpisah dari badan korban.

“Begitu menyerempet bus ini, truk itu langsung lari melaju kencang. Sebenarnya kernet kami mengejar truk itu mengejar dengan sepeda motor, tapi tidak terkejar,” imbuh Kuwat. Truk fuso yang hingga sore hari masih dalam pengejaran pihak Polres Boyolali itu belum diketahui nomor polisinya.

Sementara korban, Warjiyem yang mengalami luka parah segera dibawa ke RSUD Banyudono namun karena alat medis untuk penanganan tulang pasien belum lengkap ia pun langsung dilarikan ke RSU Pandan Arang, Boyolali dan dirawat di ruang unit gawat darurat (UGD). Sedangkan satu korban yang mengalami syok, Wagini, 50, warga Dukuh Pacalan RT 11/ RW III, Desa Bendan, Banyudono dirawat di ruang UGD RSUD Banyudono.

“Satu korban yang mengalami luka parah (Warjiyem-red) dalam keadaan sadarkan diri,” tutur Kapolres Boyolali AKBP Romin Thaib, melalui Kasatlantas Polres Boyolali AKP Sugandi SIK. “Penyebab kecelakaan masih dalam penyidikan, dan dugaan sementara yaitu karena kelalaian sopir truk yang mengendarai armadanya terlalu ke kanan dan melewati marka jalan. Kami masih melakukan pengejaran terhadap truk yang belum diketahui nomor polisinya itu,” imbuhnya dia.

hkt/fid

lowongan pekerjaan
PT. BPR Mitra Banaran Mandiri, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…