Senin, 26 Juli 2010 17:03 WIB Boyolali Share :

Sidang kasus penyelundupan SS 1,2 kg di Bandara, satu saksi berhalangan hadir

Boyolali (Espos)--Sidang kasus penyelundupan sabu-sabu (SS) seberat 1,2 kg di Bandara Adisoemarmo Solo dengan terdakwa Ramadhan bin Rusli, 27, Senin (26/7), kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Boyolali.

Dalam persidangan itu seharusnya menghadirkan tiga orang saksi, namun satu saksi dari Bea Cukai Surakarta berhalangan hadir karena sakit.

Di persidangan dengan ketua majelis hakim I Wayan Kawisada SH itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan istri terdakwa Anna Mantovani, 27.

Dalam keterangannya, Anna mengakui jika tas koper yang menjadi barang bukti itu merupakan milik suaminya. Selain itu beberapa barang seperti popok bayi, coklat, dan beberapa perlengkapan bayi itu merupakan barang yang dimintanya untuk dibelikan di Malaysia oleh suaminya.

“Tetapi saya tidak tahu kalau ternyata dalam botol bedak itu berisi sabu-sabu (SS),” ujar dia.

Terdakwa sempat tidak mengakui kepemilikan tas itu. Namun, setelah istrinya mengakui adanya barang yang ada di dalam koper tersebut, akhirnya, terdakwa mengakuinya.

fid

lowongan pekerjaan
PT. BPR Mitra Banaran Mandiri, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Perempuan Melawan Pelecehan Seksual

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (16/01/2018). Esai ini karya Evy Sofia, alumnus Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah evysofia2008@gmail.com.  Solopos.com, SOLO—Empathy is seeing with the eyes of another, listening with the ears of another,…