Senin, 26 Juli 2010 12:11 WIB News Share :

Sejumlah ruas jalan Bandung-Cirebon amblas

Bandung–Sedikitnya empat titik di jalan raya jalur Bandung-Cirebon, yang berada di wilayah Kabupaten Sumedang, amblas, membuat lalu lintas di sekitar amblasan itu tersendar.

Amblasan yang ada di jalur utama Bandung-Cirebon itu, di antaranya ditemukan di kampung Warung Buah, Padanaan, Nyalindung, semuanya di Kecamatan Paseh, serta kampung Bantar Gintung di Kecamatan Tomo, Senin (26/7).

Menurut warga Warun Buah, Iyan, 35, amblasnya jalan raya Bandung-Cirebon di Tikungan Ranjeng itu  terjadi seminggu lalu akibat seringnya hujan dengan intensitas tinggu. Kendaraan yang melalui jalan itu, menurut Iyan, harus hari-hari agar tidak terpesorosok.

“Jalur ini sangat rawan sekali karena labil tanahnya dan sering amblas. Kita khawatir terjadi apa-apa di jalan raya, sehingga  warga di sini turun tangan mengatur arus lalu linta. Karena jika tidak diatur dikhawatirkan akan terjadi kecelakaan,” tutur Iyan.

Jalur itu setiap harinya dilalui kendaraan berat. Menurut Iyan,  belum ada perhatian khusus dari pemerintah terkait jalan amblas tersebut. Sementara itu, menurut Kepala Dinas PU Kabupaten Sumedang Eka Setiawan, jalan raya yang berada di kawasan Paseh dan Tomo tersebut, bukan milik PU Kabupaten Sumedang, melainkan milik PU Provinsi Jabar.

Menurut dia, penanganan langkah teknis untuk perbaikan jalan itu wewenang PU Jabar. “Ini merupakan jalan provinsi jadi harus ditangani oleh pihak provinsi. Memang kita belum meninjau untuk membuat laporan ke pemprov,” katanya.

Menurut dia, sebagai langkah pencegahan, pihaknya sudah bergerak sejak lima hari lalu, yakni dengan memasang rambu-rambu dan pemasangan pembatas jalan di jalur tersebut.

“Karena posisinya menikung, jadi kita kasih pembatas jalan dengan jalur disebelahnya,” ujar Eka.

ant/rif

lowongan pekerjaan
PT.MITRA PINASTHIKA MUSTIKA FINANCE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…