Senin, 26 Juli 2010 13:25 WIB News Share :

Sahabat sangsikan Syaifullah meninggal akibat sakit jantung

Samarinda--Polisi menduga wartawan yang juga Kepala Biro Wilayah Kalimantan Harian Kompas, M Syaifullah, meninggal akibat penyakit jantung, hipertensi dan diabetes. Namun dugaan itu ditepis Nurni Sulaiman, teman dekat korban. Menurutnya, selama ini Syaifullah terlihat sehat-sehat saja.

“Dia tidak pernah mengeluh sakit apa pun,” kata Nurni, saat dihubungi melalui telepon, Senin (26/7).

Nurni mengaku terakhir pergi melakukan tugas jurnalistik bersama Syaifullah dua bulan lalu. Mereka meliput kondisi hutan di Kabupaten Beurau. Saat itu Syaifullah terlihat sehat seperti biasa.

“Saya dan dia memanjat menara setinggi 40 meter untuk mengambil gambar kawasan hutan di Beurau. Dan kita juga berjalan kaki ke dalam hutan selama 1,5 jam. Saat itu dia kuat dan baik-baik saja,” kata Nurni.

Saat disinggung soal kemungkinan Syaifullah sengaja dihabisi oleh pihak-pihak tertentu yang tidak senang dengan tulisannya, Nurni enggan berspekulasi. Yang jelas, lanjut Nurni, dirinya tidak pernah mendengar Syaifullah mendapat ancaman dari pihak lain terkait aktivitas jurnalistiknya.

“Saya tidak pernah dengar dia diancam orang. Syaifullah tetap bersemangat seperti biasa dan tidak pernah kendur melakukan berbagai investigasi,” ungkap Nurni.

Syaifullah ditemukan meninggal di ruang tamu rumah kontrakannya, Kompleks Perumahan Balikpapan Baru, Blok S2 No 07, Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) sekitar pukul 09.00 Wita. Sekujur tubuh korban membiru dengan mulut mengeluarkan busa. Semasa hidup, Syaifullah rajin menulis berita soal lingkungan, termasuk tambang batubara yang merusak lingkungan setempat.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…