Senin, 26 Juli 2010 16:51 WIB Sukoharjo Share :

PT Pertamina santuni keluarga korban

Sukoharjo (Espos)–PT Pertamina akhirnya memberikan bantuan kepada keluarga almarhum Ngatimin, warga Dukuh Karangturi, Desa Dalangan, Tawangsari yang menjadi korban meninggal dunia akibat ledakan gas elpiji 3 kg.

Bantuan berupa santunan kematian, biaya pengganti perawatan di Rumah Sakit (RS) dan biaya pemakaman dengan total Rp 36, 946 juta tersebut diserahkan langsung oleh Sales Representatif Gasdom Rayon II PT Pertamina Soloraya, DIY dan Cilacap, Ana Dewi Lestari kepada ibu kandung Ngatimin, Ny Jiarto, Senin (26/7).

Menurut Ana, Ngatimin merupakan pengguna kompor dan tabung gas program konversi minyak tanah ke elpiji sehingga berhak menerima santuan kematian. “Bantuan ini berasal dari PT Pertamina Regional II Bandung, kami hanya menyampaikan saja. Bantuan ini tidak bisa menggantikan rasa kehilangan keluarga, tapi mudah-mudahan bisa membantu meringankan beban keluarga korban,” terangnya. Dia mengatatakan, pada dasarnya seluruh pengguna program paket konversi yang dibuktikan dengan kartu hijau dan database PT Pertamina berhak menerima asuransi sesuai dengan tingkat kecelakaannya.

Sementara perwakilan keluarga Ngatimin, Hartoyo mengaku sangat berterima kasih atas bantuan dan kepedulian PT Pertamina. “Kami dari keluarga berterima kasih, semoga bantuan ini berkah dan arwah almarhum tenang di sisi Allah SWT,” katanya.

ufi

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….