Senin, 26 Juli 2010 17:45 WIB Sragen Share :

Pengrajin tenun Sambirembe pertahankan cara kuno

Sragen (Espos)--Para pengrajin tenun di Desa Sambirembe, Kecamatan Kalijambe memilih bertahan menggunakan cara kuno untuk memproses kain yang mereka tenun.

Menurut para pengrajin, pekerjaan tenun tidak dapat digantikan cara mekanisasi atau dengan menggunakan mesin. Salah satu pengrajin yang telah lebih dari 50 tahun menekuni pekerjaannya, Sri Wahyuni mengatakan pekerjaan menenun yang selama ini ditekuni sangat rumit dan hanya bisa dikerjakan tangan manusia.

Di samping itu, bagi warga setempat, pekerjaan menenun kain selama ini telah menjadi sumber penghasilan yang dinilai lumayan. “Kami sudah biasa dengan cara ini, tidak bisa diganti mesin,” tandas Sri Wahyuni, saat dijumpai <I>Espos<I>, di kediamannya, Senin (26/7).

tsa

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….