Senin, 26 Juli 2010 17:22 WIB News Share :

Mabes Polri minta semua pihak tunggu hasil otopsi jenazah wartawan Kompas

Jakarta — Mabes Polri belum bisa memastikan penyebab kematian Kepala Biro Kompas Kalimantan M Syaifullah di rumahnya. Polri meminta semua pihak untuk menunggu hasil otopsi.

“Kita tunggu hasil otopsi. Kita jangan dulu menduga-duga,” kata Kabidpenum Mabes Polri Kombes Pol Marwoto Soeto kepada wartawan di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Senin (26/7).

Marwoto menjelaskan, kini jasad Syaifullah masih dalam proses otopsi. Polisi juga masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini. “Meninggal itu bisa apa saja kemungkinannya. Kita tunggu saja,” jelasnya.

Menurut Marwoto, semua spekulasi terkait kematian Syaifullah bisa saja benar. Namun, polisi belum bisa membuat kesimpulan sejauh ini.

“Orang ini kan belum tentu dipukul terus mati. Bisa saja sebelum dipukul dia sakit dulu. Sama dengan kecelakaan lalu lintas, belum tentu mati karena ditabrak,” kata Marwoto.

Jenazah Syaifullah ditemukan tergeletak di ruang tamu rumah dinasnya, Kompleks Perumahan Balikpapan Baru, Blok S2 No 07, Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) sekitar pukul 09.00 Wita. Sebelumnya, istri almarhum kesulitan menghubungi korban.

Akhirnya dia meminta bantuan sahabat almarhum di Balikpapan untuk mengecek ke rumah dinas. Diduga Syaifullah yang berusia 43 tahun itu meninggal tak wajar.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
PT Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…