Senin, 26 Juli 2010 22:12 WIB Hukum Share :

Koordinator ahli waris Sriwedari dilaporkan ke polisi

Solo (Espos)–Koordinator Ahli Waris Sriwedari, Gunadi dilaporkan ke Poltabes Solo oleh pengacara Heru S Notonegoro ke Poltabes Solo, Senin (26/7) pukul 14.30 WIB. Pelaporan tersebut terkait dengan tudingan pencemaran nama baik terhadap mantan kuasa hukumnya, Jaril beberapa waktu sebelumnnya.

Informasi yang dihimpun Espos, sejak Desember 2009, Gunadi menyatakan secara terang-terangan di hadapan Pemkot Solo dan DPRD Solo, Jaril sudah dipecat sebagai kuasa hukumnya. Padahal, berdasarkan surat perjanjian yang telah disepakati bersama tanggal 26 Maret 2006, antara Jaril dengan Gunadi harus saling bersama. Di tengah perjalanan, secara mengejutkan Gunadi memutus kuasa hukum Jaril secara sepihak.

Di samping laporan pencemaran nama baik, Heru S Notonegoro juga menuding Gunadi telah melakukan tindakan penggelapan sertifikat asli dan penipuan terhadap perjanjian yang telah dibuat secara bersama-sama. Di mana, kasus tersebut bermula saat keduanya mengurus  tanah sengketa di Sriwedari seluas 99.989 meter persegi.

Pada kesempatan awal, Gunadi yang berstatus sebagai koordinator ahli waris Sriwedari menjanjikan Jaril akan menjual tanah sengketa senilai Rp 27,5 miliar. Hal itu dengan syarat, Jaril harus memberikan uang jaminan Rp 500 juta. “Akte perjanjian itu bernomor 3 tahun 2006 dan diketahui notaris Silviani. Jadi, Semuanya sudah jelas. Tapi, saat kasus ini akan selesai, tiba-tiba kuasa hukum itu diputus,” ujar dia.

pso

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…