Senin, 26 Juli 2010 16:27 WIB News Share :

Kemenangan lomba seni diralat, Agustina menangis di depan SBY

Gianyar--Pengumuman pemenang Lomba Cipta Seni Pelajar Tingkat Nasional di Istana Tampak Siring, Gianyar, Bali, berlangsung amburadul. Seorang siswi Agustina Eka menangis di podium karena kemenangannya dibatalkan oleh panitia.

Pemenang lomba puisi, lukis, cipta lagu, dan desain batik dibacakan oleh salah seorang juri, Putu Wijaya. Pembacaan pemenang dilakukan di depan Presiden SBY, menteri dan ratusan peserta, Senin (26/7).

Kesalahan terjadi, saat Wijaya membacakan pemenang kedua lomba cipta lagu. Wijaya menyebut nama Agustina sebagai juara kedua namun dengan asal sekolah yang berbeda, yaitu SMP 37 Jakarta.

Agustina sontak gembira sambil bergegas ke podium. Namun, tak berselang lama, juri lainnya, Purwacaraka, meralat pemenang. Disebutkan pemenangnya bukan Agustina melainkan Richard Herlambang.

Pembatalan pemenang tersebut membuat Agustina bersedih. Ia pun berurai air mata, lalu kembali ke kursi peserta.

Melihat Agustina bersedih, Agustina dipanggil kembali ke podium. Ia pun diberi peluk cium oleh Presiden SBY dan diberi penghargaan khusus oleh Ibu Ani Yudhoyono.

Kesalahan tidak ada terjadi pada Agustina. Putu Wijaya berulangkali meralat dan kebingungan membacakan pemenang lomba. Tak jarang peserta dan wali siswa berteriak kecewa. “Huuuuuu….,” sorak peserta.

Melihat kekacauan itu, SBY tampak muram. Ia berulangkali menggelengkan kepala melihat kekacauan tersebut.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
PKG 39, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pelayanan Medis Olahraga

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (18/10/2017). Esai ini karya Rumi Iqbal Doewes, dosen di Program Studi Kepelatihan Olahraga Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah king.doewes@staff.uns.ac.id. Solopos.com, SOLO–Pencinta sepak bola Indonesia pantas berduka….