Senin, 26 Juli 2010 13:49 WIB News Share :

Jika kematian tak wajar, AJI akan bentuk Tim Investigasi

Jakarta--Aliansi Jurnalis Independen (AJI) akan turun tangan mengusut kematian wartawan Kompas M Syaifullah, jika dia meninggal tidak wajar. Bahkan AJI akan membentuk tim investigasi untuk membongkar penyebab kematian Kabiro Kompas di Kalimantan itu.

“Kalau ditemukan kematian tidak wajar dan terkait praktek jurnalistik, AJI akan mengambil langkah segera membentuk tim investigasi,” ujar Ketua AJI Nezar Patria, Senin (26/7).

Menurut Nezar, hingga kini AJI menunggu otopsi dari polisi untuk menemukan penyebab kematian Syaifullah.

Meski Syaifullah bukan anggota AJI, namun AJI akan tetap mengusut kematian pria 43 tahun itu. “Pembunuhan wartawan terkait praktek jurnalistik menjadi kepedulian kita,” kata dia.

Syaifullah ditemukan tergeletak di depan televisi di depan rumah di Balikpapan. Dia meninggal dengan tubuh penuh lebam dan keluar busa dari mulutnya. Syaifullah kini masih diotopsi di RS Bhayangkara Balikpapan.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…