Senin, 26 Juli 2010 11:44 WIB News Share :

Jenazah Kabiro Kompas diotopsi

Jakarta–Muhammad Syaifullah, wartawan Kompas yang juga Kepala Biro Kompas Kalimantan ditemukan meninggal, Senin (26/7). Kematiannya mencurigakan. Kini, jenazah Syaifullah masih berada di RS Bhayangkara, Balikpapan, untuk diotopsi.

“Sekarang jenazah masih diotopsi di RS Bhayangkara,” kata Redaktur Pelaksana (Redpel) Kompas, Budiman Tanuredja saat dihubungi pukul 10.30 WIB. Menurut Budiman, pihak keluarga yang meminta jenazah Syaifullah diotopsi.

Mengenai sikap Kompas, Budiman mengatakan, pihaknya akan bersikap setelah keluar hasil otopsi. “Kami masih menunggu hasil otopsi, apakah kematiannya wajar atau tidak,” kata Budiman.

Syaifullah ditemukan meninggal dunia di depan TV di kamar dinasnya di Balikpapan. Kematiannya cukup mencurigakan, karena tubuhnya penuh lebam dan mulutnya keluar busa. Ada dugaan Syaifullah diracun, karena menulis tentang bisnis tambang batubara yang penuh masalah di Kaltim.

Seperti dikutip Kompas, Syaifullah bergabung ke Kompas tahun 1999. Dia meninggalkan satu istri dan dua anak. Syaifullah atau FUL dikenal sebagai wartawan yang bersemangat, rajin, dan peduli pada lingkungan. Banyak tulisannya yang berisi keprihatinan tentang kerusakan alam di Kalimantan.

Selama menjadi wartawan Kompas, Syaifullah banyak bertugas di wilayah Kalimantan, mulai dari Samarinda, kemudian ke Pontianak, Banjarmasin, lalu menjadi Kepala Biro wilayah Kalimantan dan tinggal di Balikpapan.  Syaifullah yang merupakan kelahiran Hulu Sungai Selatan, Kalsel, itu merupakan lulusan Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
Gramedia Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…