Senin, 26 Juli 2010 20:54 WIB News Share :

Jadi korban trafficking, 5 mahasiswi Bali tak digaji di Malaysia

Denpasar –– Sebanyak 5 mahasiswi yang diduga diperdagangkan ke Malaysia telah kembali ke Bali. Selama 2 bulan, mereka tidak menerima gaji dari tempatnya bekerja.

5 Mahasiwi Pendidikan dan Latihan Pariwisata (PLP) Mengwitani, Mengwi, Badung, Bali tiba di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Senin (26/7).

Kedatangan mereka disambut oleh Ketua Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Denpasar I Putu Kumara Bumi Jaya.

Mereka adalah Ni Nyoman Endra Martini, Ni Luh Sayu Ari Sudewi, Ni Luh Putu Era Yudiasari, Ni Luh Putu Ayu Rismadewi, dan Ni Komang Purnamasari. Usai mendarat dengan pesawat Air Asia, mereka diperiksa polisi dari Polda Bali.

Setelah menjalani pemeriksaan, mereka dibawa ke kantor BNP2TKI di Jl Mawar, Denpasar. Di kantor ini, Atase Ketenagakerjaan KBRI Kuala Lumpur, Agus Triyanto menyerahkan mahasiswi ini ke dalam perlindungan pihak BNP2TKI.

Agus mengatakan telah terjadi pelanggaran prosedur pengiriman tenaga kerja sesuai Pasal 51 UU Nomor 2009 tahun 2007. Buktinya, mereka masih berstatus mahasiswa. Bahkan, mereka dipekerjakan di tempat yang tidak sesuai kompetensinya. Mahasiswi perhotelan ini justru dipekerjakan di pabrik elektronik di negara bagian Pulau Pinang.

Bahkan, selama 2 bulan bekerja, mereka tidak pernah mendapat gaji. Padahal untuk keberangkatannya ke Malaysia, mereka diminta membayar Rp 10,5 juta.

Orang tua Yudiasari, yaitu Made Astawa menuturkan saat di Malaysia, anaknya seringkali menelpon dan mengeluh karena sistem denda di tempatnya bekerja. Gajinya sebesar 900 ringgit per bulan juga dipotong 250 ringgit oleh agen. “Sakit dua hari didenda 200 ringgit,” ujarnya.

Kini, orang tua korban telah bernafas lega karena anaknya telah pulang dengan selamat. “Yang penting saat ini sudah pulang. Soal hukum, saya serahkan kepada aparat,” kata Astawa.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
PT Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…