Senin, 26 Juli 2010 12:23 WIB News Share :

Dewan Pers
Cari hubungan kematian Syaifullah dengan tulisannya

Jakarta–Dewan Pers mendorong kematian Kabiro Kalimantan Kompas M Syaifullah diusut tuntas. agar tidak timbul fitnah. Polisi harus menyelidiki apakah kematian wartawan 43 tahun itu terkait tulisannya tentang kerusakan alam di Kalimantan.

“Teman-teman Kompas harus intensif dengan pihak Kepolisian. Cari hubungannya dengan dia punya tulisan,” ujar Ketua Dewan Pers Bagir Manan, Senin (26/7).

Menurut mantan Ketua MA ini, Dewan Pers akan ikut turun menemukan bukti-bukti jika Syaifullah meninggal tidak wajar. Namun yang pertama kerja adalah Kompas dengan mendesak Kepolisian menemukan sebab-sebab kematian itu.

“Itu apa diracun atau tidak perlu dibuktikan,” imbuh dia.

Bagir menegaskan, sebab meninggalnya Syaifullah harus diusut agar tidak timbul fitnah. Namun jika benar Syaifullah meninggal terkait tulisannya, maka hal itu melanggar kebebasan pers.

“Jika berkaitan dengan jurnalistik, ini menyangkut kebebasan wartawan, kita selidiki,” kata Bagir.

Syaifullah meninggal tergeletak di depan televisi di depan rumah dinasnya di Balikpapan. Dia meninggal dengan tubuh penuh lebam dan keluar busa dari mulutnya. Syaifullah kini masih diotopsi di RS Bhayangkara.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
PT.MITRA PINASTHIKA MUSTIKA FINANCE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…