Senin, 26 Juli 2010 12:39 WIB News Share :

Anggota DPR
Polisi harus usut penyebab kematian Wartawan Kompas

Jakarta–Kematian wartawan Kompas M Saifullah yang diduga tidak wajar membuat kalangan di Senayan juga ikut bicara. Calon Ketua Komisi I DPR yang membidangi soal informasi, Mahfudz Siddik, meminta aparat kepolisian ikut mengungkap kasus kematian kepala biro Kalimantan itu.

“Saya kira polisi harus selidiki kasus ini sampai tuntas. Kan tidak bisa menunggu saja hasil kerja polisi,” kata Mahfudz kepada detikcom, Senin (26/7).

Menurut politisi muda PKS ini, selain menunggu kinerja aparat kepolisian mengungkap kasus ini, asosiasi wartawan seperti AJI dan PWI juga harus membuat tim investigasi. Hal ini diperlukan agar hasil yang diperoleh semakin maksimal dan bisa dipertanggungjawabkan.

“Mereka bisa saja membentuk tim khusus untuk mengungkap motif di balik meninggalnya Syaifullah. Bisa membentuk seperti tim pencari fakta,” tegasnya.

Mahfudz menilai sebagai pilar demokrasi keempat, kebebasan pers harus dijaga dan dijunjung tinggi. Salah satunya dengan menghargai profesi jurnalis dan menjaga awak pers dari aktivitas intimidasi dan kekerasan.

Wartawan Kompas Muhammad Syaifullah yang juga merupakan Kepala  Biro Kompas di Kalimantan berkedudukan di Balikpapan, ditemukan meninggal di rumah kontrakannya pukul 09.00 Wita. Kematiannya mencurigakan, karena tubuhnya penuh lebam dan keluar busa dari mulutnya.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
CV PRIMEDANIE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…