Senin, 26 Juli 2010 22:31 WIB Solo Share :

5.000-an Anak jadi korban traficking

Banjarsari (Espos)–Sebanyak 5.000 lebih anak-anak jadi korban traficking atau perdagangan anak-anak. Angka tersebut tersebar di berbagai intansi dan kementerian dengan berbagai kasus yang intinya melibatkan anak-anak.

Di sisi lain, maraknya tayangan asusila di televisi kian menambah deretan panjang kekerasan psikologi terhadap anak-anak. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP&PA), Linda Amalia Sari Gumelar kepada wartawan mengaku sangat prihatin atas kondisi dunia pertelevisian yang kian berani menayangkan acara-acara tak mendidik.

“Televisi itu sangat besar pengaruhnya bagi pertumbuhan anak-anak. Lha, kalau tayangan asusila merajalela di televisi, bagaiman nasib anak-anak negeri ini,” paparnya dalam puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di Taman Balekambang, Senin (26/7).

Dalam acara yang diikuti ratusan anak-anak tersebut, Linda mengaku kerap meminta agar peran KPI dalam mendisiplinkan tayangan digalakkan. Selain soal kualitas acara televisi yang seakan lepas dari tanggungjawab, Linda juga menyoroti banyaknya korban traficking.

Dia menyebutkan, tahun 2008 lalu sedikitnya  5.000 anak-anak jadi korban kekerasan. Jumlah tersebut tercium di 19 instansi mulai kementrian ketenagakerjaan, pertanian, pekerjaan umum, kehutanan, atau kepolisian. Sehingga, upaya penanganannya juga musti melibatkan banyak pihak.

Rata-rata, usia anak-anak yang menjadi korban kekerasan itu antara 4 tahun hingga 18 tahun. Mereka rata-rata mengalami kekerasan fisik, seksual, dalam bentuk perdagangan anak-anak. “Nah, di era otonomi daerah inilah, peran daerah untuk mengawasi laju perdagangan anak-anak bisa dicegah. Antar instansi akan saling berbagi informasi untuk menghentikan aksi perdagangan anak-anak,” paparnya.

asa

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….