Minggu, 25 Juli 2010 11:35 WIB News Share :

Meliput razia, wartawan dilempar gelas

Malang–Insiden terjadi ketika sejumlah awak media meliput razia yang digelar Polresta Malang di 12 tempat hiburan. Salah satu pengunjung nekat melempar sebuah gelas ke arah wartawan setelah wajahnya disorot kamera.

Pelemparan ini diduga dilakukan seorang wanita yang tak ingin wajah cantiknya muncul di layar kaca. Peristiwa ini terjadi ketika belasan petugas hendak merazia pengunjung Flame Cafe berlokasi di Jalan Pasar Besar di Kota Malang, Minggu (25/7) dini hari.

Tempat hiburan ini merupakan salah satu  target razia bagi petugas. Diawali dari Kasatreskoba Polresta Malang, AKP Sunardi Riyono meminta waktu pengelola kafe menghentikan sejenak hingar bingar musik yang menghibur puluhan pengunjung untuk melakukan pemeriksaan. Beberapa pengunjung tak menolak dirinya menjadi sorotan kamera.

Namun, ketika melakukan pemeriksaan terhadap empat perempuan dan tiga laki-laki ketegangan mulai terjadi. Meskipun awal mereka tak menolak untuk disorot kamera.

Tiba-tiba satu dari tiga perempuan yang kesemuanya mengenakan long dress bermotif bunga itu mengucapkan kata pedas kepada sejumlah wartawan elektronik yang sedang mengmbil gambar. “Jangan ambil gambar saya,” ujar perempuan berambut panjang itu.

Beberapa detik kemudian wanita tersebut kembali berucap dengan nada tinggi. Kali ini perempuan ini mengancam para awak  media. “Foto saya jangan, nanti saya lempar botol kamu,” ungkapnya seraya menudingkan jari telunjuknya.

Selang beberapa saat wanita ini membanting gelas ke arah meja. Suara pecahan gelas itu sempat menyita para pengunjung yang ada di dalam kafe. Ulah itu dilanjutkan dengan melempar salah satu gelas ke arah para pemburu berita.

Puluhan pasang mata menyaksikan secara jelas aksi pelemparan itu. Ketegangan terjadi, Eko juru gambar SCTV yang saat itu terkena lemparan tepat di bagian kepala itu mencoba meminta penjelasan perbuatan dari pelaku. “Apa maksud mbak melempar gelas ke kami,” tutur Eko seraya mendatanginya.

Teman lelaki perempuan itu mencoba menghalangi Eko bersama wartawan televisi yang terkena percikan bir dari gelar tersebut. “Itu wanita mas, jangan main kasar gitu,” teriak salah satu teman lelaki sang pelempar.

Ketegangan dapat diredam setelah pelaku pelemparan keluar dari kafe. “Saya dilempar gelas tadi,” ujar Eko.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…