Minggu, 25 Juli 2010 13:37 WIB News Share :

Ledakan gas diduga akibat kebocoran pentil

Jakarta–10 Orang dirawat di RS Sumber Waras akibat ledakan gas di Tanjung Duren. Korban mengaku ledakan berawal dari kebocoran pada pentil tabung gas 3 kg.

“Paman, waktu itu baru buka segel tabung, tiba-tiba keluar gas warna putih, baunya menyengat. Ini bukan dari regulator atau selang bocornya, tapi dari gas sendiri yang keluar dari pentilnya,” kata korban Zainudin di RS Sumber Waras, Minggu (25/7).

Menurut pria yang berprofesi penjual bubur ini, insiden ini terjadi saat Kasram ,40, membuka tabung gas yang baru dibeli. Ketika segel tabung dibuka, langsung keluar gas. Kasram lalu segra bertindak dengan memindahkan tabung gas ke luar rumah di pinggir gang.

Namun rupanya tetangga Kasram, Aang, yang juga tukang bubur sedang merebus ayam. Karena pemukiman yang padat, gas yang merembes bocor ini pun sampai ke kompor yang dipakai Aang untuk memasak tidak jauh dari situ.

“Jam 4 kurang saya lagi merebus ayam, saya dengar ada suara gas. Saya buka pintu, tahu-tahu api sudah merembet,” kata Aang yang juga menjadi korban luka bakar ini.

“Dari bocornya gas sampai meledak sekitar 15 menit waktunya,” imbuh Zainudin.

Sampai saat ini, nama-nama korban ledakan gas di Tanjung Duren antara lain, Ny Teruni ,35, Sawiyah ,45, Warsono ,45, Datori ,41, Usman ,37, Aang ,40, Andi ,24, Zainudin ,20, Kasram ,40, dan Eha ,40. Semua warga ini rata-rata berprofesi sebagai tukang bubur dan mengontrak di rumah petak yang berdekatan.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
PT. Lemindo Abadi Jaya, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pilkada, Demokrasi, dan Hantu Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (17/01/2018) dengan judul Demokrasi Kita dan Hantu Politik. Esai ini karya Muhammad Fahmi, dosen di IAIN Surakarta dan Doktor Kajian Budaya dan Media. Alamat e-mail penulis adalah fahmielhalimy@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tahun 2018 sering dijuluki…