Minggu, 25 Juli 2010 18:25 WIB News Share :

Benda hitam, diduga bemper kapal

Sumenep–Benda besar berwarna hitam semacam pelampung raksasa yang ditemukan nelayan perairan selatan Pulau Gili Raja, Sumenep bukanlah barang yang membahayakan.

Benda yang terbuat dari karet semacam bemper yang biasa digunakan pada kapal atau barge (semacam tongkang). “Itu adalah benda yang sangat common jika kita bekerja di offshore oil dan gas industry khususnya di bidang offshore construction,” kata Fajar Setio Adi, seorang pembaca melalui email yang diterima detiksurabaya.com, Minggu (25/7).

Menurutnya benda tersebut memang tidak biasa ada pada kapal kapal niaga mungkin karena harganya yang mahal. “Saya perkirakan benda itu berasal dari kapal/barge perusahaan minyak lepas pantai yg beroperasi di daerah perairan Surabaya – Madura,” terang pria yang bekerja sebagai Survey Engineer at EGS Survey.

Sebelumnya benda tak bertuan itu ditemukan nelayan di Desa Kapedi, Sumenep. Benda yang ukurannya diperkirakan dua kali dari tangki ukuran 1.600 liter. Di dalamnya diduga berisi angin. Benda hitam tersebut terdapat 32 ban bekas. Ban tersebut diikat menggunakan besi anti karat. Benda yang belum pernah ada di perairan Sumenep tersebut saat ini menjadi tontonan warga setempat.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
PT.Swadharma Sarana Informatika, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…