Minggu, 25 Juli 2010 10:03 WIB Sragen Share :

46 Kios Pasar Bunder Sragen ludes dilalap api

Sragen (Espos)–Sedikitnya 46 kios di blok melati II dan III Pasar Bunder Sragen ludes dilalap si jago merah, Minggu (25/7), sekitar pukul 04.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, hanya kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Kebakaran yang melalap puluhan kios kelontong, pakaian dan makanan itu diduga disebabkan konsleting listrik. Seorang saksi mata yang juga petugas keamanan pasar, Sudaryanto, 40, saat dijumpai Espos, di tempat kejadian perkara (TKP), mengungkapkan, mendengar suara percikan listrik dari dalam kios pakaian yang diduga milik Yatmi. Dia segera melakukan pengecekan sumber percikan itu. Belum selesai mengecek, kata dia, api sudah membesar dan mulai merembet ke sejumlah kios.

Pemadaman berlasung selama lebih dari dua jam dengan bantuan tenaga pemadam kebakaran dari Solo, Boyolali dan Kabupaten Ngawi, Jatim. Api dipastikan padam sekitar pukul 07.00 WIB. Nunuk, 52, warga Mojo Wetan RT 4/RW III, Sragen kulon mengaku delapan kios miliknya ikut terbakar. “Dagangan saya macam-macam. Kerugiannya ya ratusan juta rupiah. Saya berharap ada bantuan dari pemerintah terkait musibah kami,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perpajakan Daerah (DP2D) Sragen, Parsono yang kebetulan ke lokasi kejadian mengaku belum bisa memprediksi kerugian. Dia memastikan jumlah kios yang terbakar sekitar 46 kios berada di blok melati II dan III. Kapolres Sragen AKBP IB Putra Narendra saat dikonfirmasi wartawan di TKP menerangkan, sementara lokasi ditutup dan dipasang police line sebelum tim laboratorium forensik (Labfor) Polda Jateng diturunkan.

trh

lowongan pekerjaan
PT SAKA JAYA ENGGAL CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…