Sabtu, 24 Juli 2010 21:15 WIB Solo Share :

Sempat dikabarkan akan dibubarkan, ratusan korban ’65 tuntut rehabilitasi

Solo (Espos)--Ratusan korban tragedi 1965-1966 se-Soloraya menggelar diskusi di Gedung Mutiara Solo, Sabtu (24/7). Mereka yang rata-rata berusia di atas 60-tahun tersebut menuntut pemulihan nama mereka yang selama ini dicap sebagai tahanan politik.

“Tuntutan menguak kebenaran dan rehabilitasi ini dalam upaya membatasi ruang gerak kebohongan,” kata salah pembicara dari International Centre For Transitional Justice (ICTJ) Ayu Wahyuningroem.

Selain Ayu, juga hadir Nurklholis dari Komisioner Komnas HAM serta Haris Ashar dari Kontras. Acara yang digelar untuk mendesak terbentuknya UU Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) tersebut sempat dikabarkan akan mendapatkan perlawanan dari kelompok-kelompok ekstrem kanan. Namun, belum sempat terjadi hal yang tak diinginkan, sekitar pukul 12.00 WIB acara sudah selesai.

asa

Lowongan Pekerjaan
QUALITY CONTROL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Perempuan Melawan Pelecehan Seksual

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (16/01/2018). Esai ini karya Evy Sofia, alumnus Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah evysofia2008@gmail.com.  Solopos.com, SOLO—Empathy is seeing with the eyes of another, listening with the ears of another,…