Sabtu, 24 Juli 2010 17:20 WIB News Share :

Insiden Hari Anak Nasional, Komnas PA siap kawal keluarga CL laporkan Si Penoyor ke Polri

Jakarta–Tindakan seseorang yang diduga menoyor CL, 9 dinilai melanggar UU Perlindungan Anak. Sang pelaku bisa terancam 15 tahun bui. Komnas Perlindungan Anak (PA) siap mendampingi keluarga CL melapor ke Mabes Polri.

“Itu tindakan tidak terpuji, termasuk kekerasan fisik terhadap anak dan diancam pasal 81 UU 23/2002 Perlindungan Anak serta bisa diancam 15 tahun penjara,” kata Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait kepada detikcom, Sabtu (24/7).

Menurut dia, Komnas PA siap mengawal keluarga CL apabila berniat melaporkan kasus tersebut ke Mabes Polri.

“Kita akan dampingi, dan advokasi keluarga ke Mabes Polri. Siapa pun pelakunya, kita serahkan ke penyidik Polri untuk mengusutnya. Jadi jangan bilang itu bukan anggota Paspampres. Itu di luar akal sehat kita. Tidak mungkin ada pengawal tanpa di bawah protokoler Istana,” papar Arist yang tengah berada di Bangka Belitung ini.

CL mengaku ditoyor oleh seseorang yang diduga pengawal SBY usai bersalaman dengan presiden di Hari Anak Nasional di TMII. Setelah ditoyor, CL pusing-pusing dan menangis.

Dalam bahasa Jawa, toyor adalah dijeguk. Sedang menurut kamus Bahasa Indonesia, toyor sama dengan pukul. Namun menurut Kak Seto, CL ditoyor, bukan dipukul.

CL yang merupakan anggota Persatuan Artis Remaja dan Cilik Indonesia (PERCI) ini ditoyor setelah acara operet dalam rangka Hari Anak Nasional di Sasono Langen Budoyo TMII. CL merupakan pemeran Cindy dalam serial Bukan Abdel Temon Biasa.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
Gramedia Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…