Sabtu, 24 Juli 2010 12:30 WIB News Share :

Insiden Hari Anak Nasional, CL harus diberi penjelasan

Jakarta–Bocah perempuan CL, 9, mengaku kaget dan pusing-pusing setelah ditoyor seseorang yang diduga Paspamres. Untuk mencegah trauma, CL harus diberi penjelasan dan pengertian.

“Yang penting sekarang bagaimana si anak diberi pengertian dan penjelasan. Supaya dia ada yang melindungi,” ujar Psikolog Anak Wieka Dyah Partasari, Jumat (23/7).

Menurut Wieka, insiden penoyoran bisa saja membuat kaget dan shock sang anak. Anak bisa merasa diperlakukan kasar dan bisa ketakutan.

“Jangan sampai peristiwa yang dialaminya disimpan sendiri. Kemarahannya harus didengar dan diberi pemulihan,” imbuhnya.

Peran orang dekat, kata Wieka, menjadi sangat penting untuk menjelaskan kepada CL. “Yang terpenting dan prioritas adalah menjaga cara pandang si anak aga tetap bisa memaklumi. Jangan sampai nantinya berdampak,” jelas Wieka.

Sebelumnya CL mengaku ditoyor oleh seseorang yang diduga pengawal SBY usai bersalaman dengan Presiden di Hari Anak Nasional di TMII. Setelah ditoyor, CL pusing-pusing dan menangis.

Dalam bahasa Jawa, toyor adalah dijeguk. Sedang menurut kamus Bahasa Indonesia, toyor sama dengan pukul. Namun menurut Kak Seto, CL ditoyor, bukan dipukul.

CL yang merupakan anggota Persatuan Artis Remaja dan Cilik Indonesia (PERCI) ini ditoyor setelah acara operet dalam rangka Hari Anak Nasional di Sasono Langen Budoyo TMII. CL merupakan pemeran Cindy dalam serial Bukan Abdel Temon Biasa.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…