Sabtu, 24 Juli 2010 14:55 WIB News Share :

Gempa Sumut, bangunan sekolah di Mandailing Natal rusak, tidak ada korban

Medan--Gempa bumi berkekuatan 6 SR yang terjadi di Mandailing Natal, Sumatra Utara (Sumut) mengakibatkan rusaknya bangunan perpustakaan sebuah sekolah dan ambruknya plafon ruangan kelas.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kepanikan melanda para siswa.

Keterangan yang diperoleh detikcom di Medan menyebutkan, ratusan siswa SMP Negeri 3 di Jl. Bukit Barisan, Panyabungan langsung berhamburan begitu mengetahui adanya gempa bumi. Mereka sedang mengikuti kegiatan belajar-mengajar ketika getaran dirasakan sekitar pukul 09.11 WIB, Sabtu (24/7).

Tak lama kemudian, bagian plafon beberapa kelas ada yang roboh. Gedung perpustakaan mengalami kerusakan cukup berat terutama di bagian atap dan dinding.

Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Panyabungan, Mahlil menyatakan, tidak ada siswa maupun pengajar yang menjadi korban akibat kejadian ini. Namun kegiatan belajar-mengajar langsung dihentikan.

“Untuk menghindari berbagai kemungkinan, seperti adanya gempa susulan, siswa langsung diperbolehkan pulang,” kata Mahlil di Panyabungan, ibukota Mandailing Natal, sekitar 510 kilometer dari Medan, ibukota Sumut.

Berdasarkan data Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa terjadi di titik yang berada sekitar 18 kilometer barat laut, Panyabungan di kedalalaman 10 kilometer.

Selain di Mandailing Natal, gempa juga terasa di Kota Sibolga, Kab. Tapanuli Tengah dan Kab. Tapanuli Selatan. Getaran gempa juga terasa hingga Pekan Baru, Riau.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
Perusahaan Outsourcing PLN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…