Sabtu, 24 Juli 2010 16:40 WIB News Share :

Deklarasi anak urung dibacakan, yang penting komitmen penuhi hak lingkungan hidup bagi anak

Jakarta--Salah satu isi dari deklarasi Konferensi Anak Nasional yang urung dibacakan di hadapan Presiden SBY adalah tentang bahaya rokok. Tetapi hal yang paling penting adalah komitmen pemerintah memenuhi hak lingkungan hidup yang sehat bagi anak.

“Saya tetap berharap ini bisa dipenuhi untuk mewujudkan lingkungan hidup sehat yang menjadi hak anak-anak kita,” kata Direktur Eksekutif Yayasan Sejiwa, Diena Haryana, di sela-sela acara Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Terhadap Anak di Hotel The Akmani, Jl KH Wahid Hasyim, Jakarta, Sabtu (24/7).

Pemenuhan lingkungan hidup yang sehat dari rokok, kata Diena, tercantum juga dalam konvensi internasional PBB tentang hak-hak anak. Pemerintah Indonesia telah meratifikasi konvensi itu 20 tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 1989.

Sebab, dampak dan pengaruh rokok terhadap anak-anak sudah sangat besar.
Contohnya saja kasus balita perokok di Malang dan Palembang beberapa waktu lalu yang cukup memperihatinkan.

“Saya kaget ada balita merokok kemarin itu. Berada di lingkungan perokok saja sudah nggak layak untuk anak-anak. Mereka harus diberi lingkungan yang baik dengan udara yang segar,” tutupnya.

dtc/nad

Lowongan Pekerjaan
QUALITY CONTROL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama Rakyat Awasi Pemilu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (05/01/2018). Esai ini karya Ahmad Halim, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara. Alamat e-mail penulis adalah ah181084@gmail.com Solopos.com, SOLO–Pemberlakuan UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum (gabungan UU No. 8/2012, UU…