Sabtu, 24 Juli 2010 22:20 WIB Sport Share :

27 Pengcab bermasalah, pengurus Cabor tanggapi dingin ancaman KONI

Solo (Espos)–Para pengurus cabang (Pengcab) olahraga menanggapi dingin ancaman KONI Solo terkait permasalahan data atlet-atlet cabang olahraga (Cabor) yang hingga kini belum didaftarkan.

Mereka berpendapat ancaman KONI tersebut tidak relevan dan sangat tidak pengertian dengan permasalahan yang para Pengcab.

“Ancaman KONI sepertinya kurang masuk akal. Di Cabor kami, yakni renang, atletnya sangat banyak dan rata-rata selama ini ditanggani pihak masing-masing klub. Jika suruh mengumpulkan daftar atlet andalan untuk Porprov Jateng 2013, jelas kami belum punya karena kuotanya masih belum ditentukan,” ungkap Ketua Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Solo, Devy Rachyuanto kepada <I>Espos<I>, Sabtu (24/7).

Lebih lanjut, Devy mengaku, bahwa permasalahan yang dihadapi di Pengcabnya tentu hampir sama dengan yang dialami oleh ke-27 Pengcab yang belum mengumpulkan bank data para atletnya.

Permasalahan jumlah atlet, baginya masih simpang-siur, karena para atlet yang berlatih di bawah pembinaan PRSI Solo di tiga klub renang yakni Almagary, Tirta Dharma dan Bintang Timur jumlahnya tidak terhitung.

m89

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…