Jumat, 23 Juli 2010 11:19 WIB Hukum Share :

Terancam, warga mengungsi ke Mapolres Lombok Timur

Lombok Timur–Sebanyak 100 warga Tampah Bole, Dusun Kaliantan, Desa Pemongkong, Kecamatan Jerowaru, Jumat dinihari (23/7), pukul 00.15 Wita, mengungsi ke Markas Polres Lombok Timur, untuk mendapat perlindungan dari aksi kekerasan di desa mereka.

Mereka mengungsi karena terjadi aksi pengrusakan yang dilakukan salah satu anggota Pamswakarsa Amphibi.

“Kami datang ke Polres ini, untuk minta perlindungan dan melaporkan kasus pengrusakan itu,” ujar Amaq Sal, salah seorang warga Tampah Bole yang menjadi korban pengrusakan di Polres Lotim,Jumat dinihari.

Kedatangan warga menggunakan mobil, dengan membawa tikar, bantal, beras, kayu dan baju seadanya.  Mereka mengaku akan tinggal sementara di markas polisi daripada mereka terus dihantui rasa ketakutan akibat  intimidasi yang dilakukan anggota salah satu Pamswakarsa tersebu.

Apalagi dalam kasus pengrusakan itu, banyak harta benda warga yang dijarah  seperti uang jutaan rupiah, ponsel, senjata pusaka dan sejumlah barang perhiasan.

“Kami minta kasus ini diproses sesuai dengan hukum yang ada, karena di negara ini tidak ada warga negara yang kebal dengan hukum,” ujar Jumase, warga Tampah Bole lainnya.

Ia mengatakan seharusnya anggota Pamswakarsa tidak melakukan tindakan yang membuat masyarakat merasa katakutan, apalagi pengusiran yang dilakukannya tidak  ada solusi terbaik terhadap warga yang masih tinggal di Tampah Bole tersebut.

Dijelaskannya warga akan pindah dari tempat itu jika Pemkab Lombok Timur mempersiapkan lokasi  tempat warga direlokasi, sesuai dengan hasil kesepakatan maupun musyawarah yang telah dilakukan oleh pemerintah kabupaten, kecamatan, desa maupun anggota pamswakarsa itu.

“Kami tidak menginginkan adanya kekerasan dalam melakukan penertiban atau pengusiran, tapi tentunya harus didasari dengan norma-norma yang ada, dengan memegang adat ketimuran,” katanya.

Kabag Ops Polres Lombok Timur Kompol Bambang Nasution saat dikonfirmasi membenarkan kalau warga Tampah Bole mendatangi Polres Lotim, untuk meminta perlidungan dan pengamanan serta melaporkan kasus yang menimpa mereka akibat tindakan anggota salah satu pamswakarsa.

“Untuk sementara kita tampung di Polres, karena situasinya sudah malam dan akan kita bicarakan  dengan Pemkab langkah selanjutnya,” ujar Kabag Ops seraya mengatakan prihatin karena yang datang itu kebanyakan anak-anak.

Ia juga menegaskan Kapolres sudah memerintahkan kepada penyidik untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi pengrusakan, dalam rangka mengumpulkan barang bukti untuk proses hukum lebih lanjut.

“Saksi dan pelapor sudah ada, maka tentunya akan ditindaklanjuti proses sesuai dengan hukum yang ada,” tegasnya seraya mengatakan dalam masalah kasus warga yang mengungsi ke Polres ini, akan di koordinasikan dengan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Lombok Timur.

ant/rif

lowongan pekerjaan
Kepala Produksi, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…