Jumat, 23 Juli 2010 16:44 WIB Solo Share :

Soal lokasi pelantikan Jo-Dy, MAKI
DPRD terkesan kalah awu

Solo (Espos)–Rencana pelantikan walikota-wakil walikota terpilih Jokowi-FX Hadi Rudyatmo (Jo-Dy) di Pendhapi Balaikota mendapatkan sorotan tajam. Selain itu, anggaran pelantikan senilai Rp 236 juta juga dinilai terlalu besar.

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman menjelaskan, pelantikan Jo-Dy yang terpilih dalam Pilkada lalu di Pendhapi menunjukkan DPRD kalah awu.

“Kalau seperti itu, DPRD terlihat kalah awu atau subordinat dari walikota. Dengan posisi semacam itu fungsi pengawasan Dewan akan melempem. Ini mungkin sepele, namun DPRD harusnya punya harga diri,” ungkap Boyamin kepada wartawan di Gedung Dewan, Jumat (23/7).

Dia mengatakan, anggota DPRD dipilih oleh rakyat untuk menjalankan fungsi kontrol dan menjadi penyeimbang pemerintah. Sehingga, imbuh dia, sikap yang merendahkan martabat institusi DPRD harus dihindari.

dni

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…